Sejarah

Tahun 1884

H. Mansoer terpilih menjadi kepala desa (Kades). Menurut kabar burung, bahwa pemilihan Kades tersebut berlangsung tidaklah seperti sekarang yaitu memalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), namun Kades dipilih oleh beberapa tetua adat dari berbagai  dusun yang terdiri dari 11 dusun, waktu itu Desa Cintaratu dengan desa Cintakarya masih bersatu dengan nama Desa Panglandjan. Pada saat itu di Desa Cintaratu belum mencerminkan pola tatanan Demokrasi yang ideal, mengingat situasi dan kondisi pada saat itu. Namun secara umum falsafah Pancasila telah dibangun dengan cara musyawarah untuk mufakat. Jauh dari dari tatanan seperti sekarang.

Tahun 1900

Desa Cintaratu melakukan penggantian nama dari sebelumnya Desa Panglanjan menjadi Desa Tjikoebang. Keades yang terpilih pada saat itu Martaatmadja, masih kerabat dari H. Mansoer Kepala Desa Pertama. Pada Tahun 1900 Luas wilayah Desa Cintaratu sangatlah luas, dari mulai batas Desa Selasari sebelah utara, Cibenda Sebelah selatan Hingga parakanmanggu sebelah Barat (Sekarang Daerah Gupitan). Pola Pemilihan Kepala Desa Yang disebut KUWU ( Kepala Desa ) mulai berlangsung secara pemilihan seperti biasa, meskipun dengan cara yang cukup sederhana

Tahun 1917

Nama desa diubah yang tadinya Tjikoebang (Cikubang sekarang Desa Cintakarya), menjadi Panglandjan. Kades terpilih saat itu bernama Soemitawidjaya, masih ada unsur kerabat dekat dengan Kades-kades terpilih sebelumnya. Konon kabarnya pada tahun ini daerah Panglandjan sekarang jadi Nama Dusun di salah satu wilayah Desa Cintaratu) masih hutan belukar dengan lapangan pacu kuda yang sangat luas (lokasi sekarang Lapang bola Desa Cintaratu di Dusun Sukamanah)

Tahun 1925

Nama Cintaratu terlahir sejak tahun 1925, saat itu Kades Yang terpilih yaitu Djayadisastera, seorang Kades yang kaya raya, dan terhormat, maka terpilihlah ia menjadi seorang Kades Cintaratu.

Tahun 1926

Pada tahun ini pemilihan Kades kembali berlangsung. Tidak lebih dari satu tahun kepemimpinan Kades terdahulu, saat ini yang terpilih menjadi Kades yaitu Soehawidjaya, keturunan Sunda Asli (Menak) dari terah Tasikmalaya.

Tahun 1927

Di Tahun 1927 ini pemilihan Kades kembali digelar, adapun yang terpilih menjadi Kades Cintaratu saat itu adalah, Soekantapradja, asli penduduk Desa Cintaratu dan termasuk keluarga besar didaerahnya. Nama Soekantapradja tersebut dikenal dengan sebutan Kuwu Adeng. Menurut keterangan bahwa Kades terpilih ini memangku jabatan Kades paling lama diantara Kades yang lainnya.

Tahun 1942

Pada masa prakemerdekaan saat itu, tentunya keadaan tidak seperti sekarang, baik fisik maupun non fisik, terkadang keadaan masyarakat pun tidaklah menentu, betapa tidak, pada masa penjajahan kaum kolonialisme masuk ke ranah Pangandaran , ditambah masa-masa perang dunia kedua menambah kacaunya suasana, namun untuk wilayah Desa Cintaratu perjalanan pemerintahan tetap berjalan meskipun tertatih tatih. Kepemimpinan Kades saat itu adalah Sasterawidjaya, atau dikenal dengan sebutan Kuwu Enok. Lima tahun kepala desa tersebut menjabat, banyak perubahan-perubahan yang cukup signifikan, terjadi di Desa Cintaratu, pada masa kepemimpinan Kades tersebut.

Tahun 1947

Pada tahun–tahun ini keadaan wilayah Desa Cintaratu justru semakin genting, beberapa kejadian-kejadian yang dilakukan oleh oknum yang menamakan dirinya DI/TII Darul Islam / Tentara Islam Indonesia yang sebagian besar wilayah Desa Ciintaratu dikuasai oleh DI/TII tersebut, meskipun pada tahun-tahun ini kegiatan mereka tidaklah begitu nampak, tetapi pengaruh yang ditimbulkannya sangatlah peka. Pada saat ini terpilih Kades Soeba Widjaya, peran DI/TII cukup kentara disini, dengan pemilihan Kades, diharapkan masyarakat dapat membedakan mana yang kelompok DI/TII atau masyarakat biasa yang mendukung BKR (Badan Keamanan Rakyat).

Tahun 1948

Di Tahun 1948 yang menjabat Kades atau terpilih menjadi Kades adalah, Soepartawidjaya, dan hanya setahun kepemimpinan Kades sebelumnya. Pada massa pasca kemerdekaan yang baru berumur tiga tahun, masih belum stabilnya keadaan di Negara Republik Indonesia ini, begitupun di Desa Cintaratu.

Tahun 1952

Perubahan mulai nampak pada dekade ini, Kades yang terpilih pada saat itu  Karnamisastera,  dan karena sesuatu hal, maka kepemimpinan Karnamisastera hanya lebih kurang satu tahun.

Tahun 1953

Di tahun ini kembali pemilihan Kades berlangsung, kali ini yang terpilih menjadi Kades adalah Mochammad Soebari, asli keturunan Desa Cintaratu, yang sebagian besar masih famili atau kerabat dekat.

Tahun 1967

Kurun waktu pasca kemerdekaan memang suasana belum menentu, ditambah beberapa tahun kebelakang terjadi G30SPKI. Pemberontakan atau kudeta terhadap negara, ditahun ini Kades Cintaratu yang terpilih Seonarya Yahja,  tidak jelas memang proses terjadinya pemilihan Kades tersebut, namun menurut para pini sepuh, biasa dilakukan PILKADES saat itu.

Tahun 1972

Soenahdi yang menjadi Kades ditahun ini. Pada waktu ini perubahan secara drastis terjadi di Desa Cintaratu. Pelaksanaan PILKADES berlangsung ramai, PILKADES itu sendiri dilakukan secara demokratis, terpilihlah seorang Kades Nawisar Soewitaatmadja, keturunan keluarga besar, dan termasuk mantan Pegawai Negeri Sipil (Guru), untuk yang pertama kali perubahan demi perubahan terjadi. Terutama disektor pembangunan, sektor ekonomi, sektor agama dan sektor pendidikan.

Tahun 1978

Wilayah Desa Cintaratu terbagi dua bagian, sebelah barat menjadi Desa Cintakarya, yang tadinya Sebelas Dusun menjadi Empat Dusun.

Tahun 1979

Pejabat sementara yang menjabat Kades di Cintaratu adalah, Drs. Elan, pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran.

Tahun 1980

Pemerataan pembangunan mulai digalakan pada saat kurun waktu kepemimpinan Kades Cintaratu, mulai dari PKK, Posyandu dan lain-lain, serta infrastruktur-infrastruktur lainnya yang dibangun saat itu.

Tahun 1988

Di Tahun 1988 ini kembali pemilihan Kades dilakukan secara lebih baik dibanding pemilihan-pemilihan yang lalu, tiga calon menyertai pemilihan tersebut, yakni: Mayor Purnawurawan Sadin, Mantan Perangkat Desa (kepala Dusun) Panglanjan Suha, serta Yus Hadi mantan Polisi Desa saat itu. Pemilihan dimenangkan oleh Yus Hadi, dengan suara mutlak. Sementara Yus Hadi tersebut adalah salah seorang mantan Pemain Sepakbola Pendawa yang sangat terkenal saat itu.

Tahun 1999

Keadaan semakin membaik pada saat ini, kesetaraan perempuan mulai berlaku di Desa Cintaratu dengan adanya calon Kades seorang perempuan aktifis AMS ( Angkatan Muda Siliwangi ) saat itu. Wati Agustina, serta seorang Kepala Dusun Sukamanah Sajum Suherman, serta seorang Mantan PNS Guru, H. Rasili, pemilihan pun berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.Pemilihan Kades dimenangkan oleh H. Rasili Asmitawijaya, masih saudara kandung mantan Kades yang terdahulu. Dengan suara mayoritas.Pemilihan perangkat Desa pun diperbaharui pada masa itu, melalui penyaringan dan penjaringan.

Tahun 2007

Kekosongan terjadi di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran ini, sebelum masa Pilkades berlangsung, maka dijabatlah oleh seorang Sekretaris Desa Hadi Karsadi Sudrajat, A.Md. dengan kurun waktu hanya beberapa bulan. Sebelum Kades yang definitif terpilih. Roda Pemerintahan berjalan seperti biasa, tanpa kendala yang berarti.

Tahun 2013

Pada hari Minggu, 16 Juli 2013, seluruh warga masyarakat desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, (proses perubahan DOB terjadi tgl 25 Oktober 2013 semula kabupaten Pangandaran sekarang menjadi Kabupaten DOB Pangandaran.) melaksanakan hak pilihnya sesuai dengan demokrasi, tiga calon kades Cintaratu, Samli Suheryadi (Kadus Sukamanah, Supan Komarudin, BA Kadus Panglanjan Oding Ruswa Anwar (tokoh masayakat) tepat puul 13 WIB. Jumlah suara yg paling banyak adalah SUPAN KOMARUDIN,BA. Maka saat itu lah beliau terpilih menjadi Kades Cintaratu yg ke 21.